Infeksi Nosokomial

Dalam dunia laundry rumah sakit tentu saja rentan terhadap suatu virus atau infeksi. Salahsatunya adalah infoksi Nosokomial. Apakah itu? Berikut penjelasannya :

1. Pengertian
Infeksi adalah proses dimana seseorang yang rentan terkena invasi agen yang patogen atau infeksius yang tumbuh, berkembang biak dan menyebabkan sakit. Yang dimaksud agen adalah bakteri, virus, ricketsia, jamur dan parasit. Infeksi dapat bersifat lokal atau general (sistemik). Infeksi lokal ditandai dengan adanya inflamasi yaitu sakit, panas, kemerahan, pembengkakan dan gangguan fungsi. Infeksi sistemik menegenai seluruh tubuh yang ditandai dengan adanya demam, menggigil, takikardia, hipotensi dan tanda – tanda spesifik lainnya.
Infeksi nosokomial adalah infeksi yang diperoleh ketika seseorang dirawat di rumah sakit. Infeksi nosokomial dapat terjadi setiap saat dan di setiap tempat di rumah sakit. Untuk mencegah dan mengurangi kejadian infeksi nosokomial serta menekan angka infeksi ke tingkat serendah – rendahnya, perlu adanya upaya pengendalian infeksi nosokomial. Pengendalian infeksi nosokomial bukan hanya tanggung jawab pimpinan rumah sakit atau dokter/perawat saja tetapi tanggung jawab bersama dan melibatkan semua unsur/profesi yang ada di rumah sakit.

2. Batasan
Suatu infeksi dinyatakan sebagai infeksi nosokomial apabila :
a. Waktu mulai dirawat tidak ditemukan tanda – tanda infeksi dan tidak sedang dalam masa inkubasi infeksi tersbut.
b. Infeksi timbul sekurang-kurangnya 3 x 24 jam sejak ia mulai dirawat
c. Infeksi terjadi pada pasien dengan masa perawatan lebih lama dari masa inkubasi
d. Infeksi terjadi setelah pasien pulang dan dapat dibuktikan berasal dari rumah sakit.

3. Sumber Infeksi
Yang merupakan sumber infeksi adalah :
a. Petugas rumah sakit (perilaku)
• Kurang atau tidak memahami cara – cara penularan penyakit
• Kurang atau tidak memperhatikan kebersihan
• Kurang ata tidak memperhatikan tekhnik aseptik dan antiseptik
• Menderita suatu penyakit
• Tidak mencuci tangan sebelum atau sesudah melakukan pekerjaan
b. Alat – alat yang dipakai (alat kedokteran/kesehatan, linen dan lainnya)
• Kotor atau kurang bersih / tidak steril
• Rusak atau tidak layak pakai
• Penyimpanan yang kurang baik
• Dipakai berulang – ulang
• Lewat batas waktu pemakaian
c. Pasien
• Kondisi yang sangat lemah (gizi buruk)
• Kebersihan kurang
• Menderita penyakit kronik/menahun
• Menderita penyakit menular/infeksi
d. Lingkungan
• Tidak ada sinar (matahari, penerangan) yang masuk
• Ventilasi/sirkulasi udara kurang baik
• Ruangan lembab
• Banyak serangga

4. Faktor – faktor yang sering menimbulkan terjadinya infeksi
a. Banyaknya pasien yang dirawat di rumah sakit yang dapat menjadi sumber infeksi bagi lingkungan dan pasien lain.
b. Adanya kontak langsung antara pasien satu dengan pasien lainnya
c. Adanya kontak langsung antara pasien dengan petugas umah sakit yang terinfeksi
d. Penggunaan alat – alat yang terkontaminasi
e. Kurangnya perhatian tindakan aseptik dan antiseptik
f. Kondisi pasien yang lemah

5. Pencegahan
Untuk mencegah/mengurangi terjadinya infeksi nosokomial, perlu diperhatikan :
a. Petugas
• Bekerja sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) untuk pelayanan linen
• Memperhatikan aseptik dan antiseptik
• Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan
• Bila sakit segera berobat
b. Alat – alat
• Perhatikan kebersihan (alat – alat laundry, troli untuk transportasi linen)
• Penyimpanan linen yang benar dan perhatikan batas waktu penyimpanan (fifo).
• Linen yang rusak segera diganti (afkir)
c. Ruangan/lingkungan
• Tersedia air yang mengalir untuk cuci tangan
• Penerangan cukup
• Ventilasi/sirkulasi udara baik
• Perhatikan kebersihan dan kelembaban ruangan
• Pembersihan secara berkala
• Lantai kering dan bersih

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *